Memilih Topik Adsense
Selanjutnya anda perlu mempelajari bagaimana para pakar memilih topik yang tepat untuk situs Google Adsense mereka. Memilih topik yang tepat adalah aspek yang membedakan antara yang sukes dengan yang gagal. Mari kita bahas tools yang anda butuhkan dan bagaimana menggunakannya.
Mula-mula sekali anda perlu keyword research tools. Anda dapat mengetahui apa keyword paling populer yang sedang dicari orang dengan tools berbasis web seperti WordTracker . Anda memang perlu membayar untuk menggunakan tools ini (namun sangat direkomendasikan!) namun anda juga bisa memanfaatkan fasilitas free trial mereka.
Namun menemukan keywords yang paling sering dicari orang belum cukup. Sekali anda telah menemukan keyword tersebut, langkah selanjutnya adalah berapa menguntungkan keywords tersebut. Tidak semua keywords yang sering dicari orang menguntungkan, anda bila anda ingin “hidup cari duit” dari Google Adsense, anda butuh keywords bernilai tinggi.
Nah, sebelum anda bergegas mencari keywords bernilai tinggi, harap anda perhatikan bahwa bahkan bila ada daftar keywords seperti itu, hal itu akan terus berubah sebagaimana halnya daftar keywords yang paling sering dicari selalu berubah. Dan jangan harapkan anda akan mendapatkan daftar seperti itu dari sesama penayang Adsense. Anda harus mencari sendiri. Disinilah pentingnya peranan account Google Adwords anda. Anda dapat melihat berapa yang dibayar oleh pengiklan untuk berada di posisi paling atas pada hasil pencarian mesin Google untuk keywords mereka. Segeralah masuk ke account Google Adwords anda dan klik “Tools”, dan setelah itu klik Keyword Tool. Atau, bila anda tidak memiliki account Adwords, anda bisa pergi ke https://adwords.google.com/select/KeywordToolExternal. Masukkan keyword anda, dan kemudian pada kotak dropdown dibagian bawah, pilih “Cost and Ad Position Estimates”. Ketik 5.00 pada kotak terakhir dan tekan tombol “Calculate”. Google akan segera menampilkan keywords yang mungkin berdasarkan main keyword yang anda masukkan. Di sebelah masing-masing keyword anda akan melihat estimasi rata-rata CPC (Cost Per Click) dan estimasi posisi mereka. Untuk melihat CPC untuk keyword yang masuk dalam posisi lima besar dinyatakan dalam 1-3 atau 1-5.
Bagi pengiklan angka CPC itu adalah nilai yang dibayar per click oleh pengiklan agar iklan mereka berada pada posisi 1-3 pada hasil pencarian mesin Google bila ada orang mencari keyword tersebut. Bagi penayang angka tersebut bukanlah nilai untuk setiap klik. Google mengambil bagian mereka. Namun, Google tidak memberitahukan berapa persentase bagian dari penayang. Angkanya bervariasi, dan bagaimana persentase tersebut dirumuskan adalah rahasia perusahaan Google. Namun anda bisa menggunakan angka perkiraan kasar sebesar 30%.
Suatu saat anda mendapatkan click, anda kemudian bisa melihat berapa CPC nya di Adwords dan kemudian bandingkan dengan berapa yang anda dapatkan untuk click tersebut di Adsense sehingga anda dapat mengetahui berapa Google membayar anda untuk setiap click untuk keyword tersebut. dan lagi, nilai ini bervariasi untuk setiap keyword, jadi tidak ada patokan yang baku disini. Camkan benar bahwa harga tersebut adalah harga penawaran maksimum, yang artinya itu adalah harga yang harus dibayar pengiklan agar iklan mereka berada pada posisi 1-3 di daftar hasil pencarian mesin Google. Bayangkan bila anda memiliki banyak ad block (spot iklan) dalam sebuah halaman web anda - hal ini akan menyebabkan iklan dengan nilai murah akan tertayang juga disana. Inilah alasan mengapa anda selalu terperangkap pada klik bernilai murah. Jadi, “Semakin sedikit Ad Blocks akan menghasilkan Pendapatan Per Click yang lebih besar”.
Topik Terkait :
- Google Adsense
- Persiapan Mendaftar di Google Adsense
- Mendaftar Google Adsense
- Menjalankan Google Adsense
- Meningkatkan Pendapatan Google Adsense




