Pemahaman Teoritis :
Google adalah yang pertama sekali yang memperkenalkan sistem yang memasukkan faktor inbound link. Algoritmanya disebut dengan Page Rank. Disini akan dibahas tentang algoritma tersebut dan bagaimana Page Rank dapat mempengaruhi peringkat hasil pencarian.
Page Rank diperhitungkan secara terpisah untuk setiap web page dan ditentukan berdasarkan page rank web page lain yang merujuknya. Ini bagaikan ‘lingkaran setan’. Upaya pertama adalah mencari kriteria yang menentukan penting tidaknya sebuah web page. Dari segi Page Rank, kriterianya adalah jumlah pengunjung yang datang ke sebuah web page.
Sekarang mari kita bahas bagaimana perilaku seorang pngunjung saat menelusuri link menjelajahi internet dimodelkan. Diandaikan bahwa seorang pengguna (pengunjung) memulai melihat website dari sembarang web page. Kemudianpengunung tersebut mengklik sebuah link menuju web page lain. Selalu ada kemungkinan pengunjung tersebut meninggalkan sebuah web site tanpa mengikuti sebuah outbound link (link yang keluar dari sebuah web page) menuju web page atau web site lain. Algoritma page rank memperkirakan probabilitas peristiwa ini sebesar 0.15 pada setiap tahap. Maka, probabilitas seorang pengunjung berselancar mengikuti sebuah link yang ada pada sebuah web page adalah 0.85, dengan asumsi semua link memiliki link importance yang sama. Jika pengunjung tersebut terus berselancar, maka web page yang populer akan jauh lebih sering dikunjungi dibanding web page yang kurang populer.
Jadi page rank sebuah web page tertentu dinyatakan sebagai probabilitas seorang pengunjung mengunjungi web page tersebut. Selanjutnya, penjumlahan probabilitas dari semua web page yang ada pasti satu karena pengunjung diandaikan akan berkunjung sedikitnya satu web page pada saat tertentu.
Karena perhitungan dengan probabilitas ini membuat semakin rumit, secara matematis page rank bisa ditransformasi kedalam angka yang lebih mudah dipahami. Maka Google membuat Page Rank dalam angka 0-10 pada Google Toolbar.
Berdasarkan model pemeringkatan diatas :
- – setiap web page yang ada di internet (meskipun tidak memiliki inbound link) pada awalnya pasti memiliki page rank yang lebih besar dari nol (0) meskipun sangat kecil, karena ada tetap kemungkinan kecil seorang pengunjung berkunjung ke web page tersebut.
- – setiap web page yang memiliki outbound link, memberikan sebagian page ranknya ke web page yang dirujuknya. Kontribusi page rank terhadap web page linked-to ini berbanding terbalik dengan jumlah total link pada web page linked-from – makin banyak link yang masuk, makin sedikit porsi page rank yang dialokasikan untuk setiap link keluar.
- – Sebuah ‘damping factor’ diterapkan dalam proses ini sehingga total page rank berkurang 15%. Ini ekuivalen dengan faktor kemungkinan yang dijelaskan diatas, bahwa seorang pengunjung belum tentu mengikuti sebuah linked-to pages namun menuju website yang tidak relevan sama sekali.
Sekarang bagaimana proses page rank ini bisa mempengaruhi proses pemeringkatan hasil pencarian. Disebut ‘bisa’ karena algoritma page rank yang murni seperti dijelaskan diatas belum sepenuhnya diterapkan oleh Google saat ini. Penjelasannya secara singkat, bahwa setelah search engine menemukan sejumlah dokumen yang relevan (dengan menggunakan kriteria text internal), maka mereka diurutkan berdasarkan page rank karena, secara logis, bahwa dokumen yang memiliki inbound link yang berkualitas tinggi pastilah mengandung informasi yang paling berharga. Sehingga algoritma page rank akan ‘mendorong’ dokumen tersebut ke urutan teratas.
Topik terkait :
- Search Engine Optimization
- Search Engine : Sejarah dan Prinsip
- Onpage Optimization
- Offpage Optimization
- SEO Yang Salah

